RakaTalenta

Kumpulan Arsip Terkini Berita Online Indonesia

Rakatalenta
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
"Tusukan" Pertama RVP kepada Arsenal Mantan Klubnya

"Tusukan" Pertama RVP kepada Arsenal Mantan Klubnya

NufaNews - Robin van Persie (RvP) langsung memberi "tikaman" kepada mantan klubnya, Arsenal, pada pertemuan pertama dalam lanjutan Premier League di Stadion old trafford, Sabtu (3/11/2012). Dia sudah membobol gawang Arsenal pada menit ke-3.

Gol itu berawal dari Rafael yang menyisir sisi kiri pertahanan Arsenal. Bek Manchester United itu kemudian melakukan umpan silang. Thomas Vermaelen mencoba menghalaunya, tapi kurang sempurna. Bola jatuh ke arah RvP dan langsung menyambarnya, merobek gawang Arsenal.

Editor : Hery Prasetyo
Tukeran Kaos RvP, Pemain Arsenal Dikritik Legenda

Tukeran Kaos RvP, Pemain Arsenal Dikritik Legenda

NufaNews - Legenda Arsenal, Ray Parlour, menilai keputusan salah satu pemain "The Gunners", Andre Santos menukar kausnya dengan Robin van Persie (RvP) saat turun minum, adalah sebuah lelucon. Menurutnya, Santos lebih baik berkonsentrasi ke dalam permainan karena laga belum usai.

Saat turun minum dalam pertandingan yang berakhir 2-1 untuk MU itu, RvP terlihat memberikan kausnya kepada Santos. Pemain Brasil itu pun membalas aksi mantan pemain Arsenal tersebut dengan memberikan kaus miliknya juga.

"Itu adalah lelucon. Saya tidak akan pernah melakukan hal itu. Saat turun minum? Dia (Santos) seharusnya dapat berkonsentrasi di pertandingannya dan dia telah mendapatkan mimpi buruk," ujar Parlour.

Parlour menambahkan, secara keseluruhan Santos juga tampil buruk dalam laga tersebut. Maklum saja, bek kiri berusia 29 tahun itu gagal menutup pergerakan Rafael, yang berujung pada gol pertama RvP pada menit ketiga.

"Dia tidak dapat bermain di barisan empat pemain belakang, karena dia selalu kehilangan posisinya," kecam Parlour.
Sumber :
Goal
Editor : Hery Prasetyo
Skandal Clattenburg, Wenger Menyesalkan Chelsea

Skandal Clattenburg, Wenger Menyesalkan Chelsea

NufaNews - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menyesalkan tindakan Chelsea dalam menangani situasi yang berkembang terhadap wasit Mark Clattenburg dan dugaan kata-kata rasial yang digunakan sang pengadil lapangan untuk John Obi Mikel.

Manajer asal Perancis itu yakin, Chelsea hanya punya sedikit bukti dari insiden kontroversial dalam laga Chelsea versus Manchester United pada pekan ke-10 Premier League, Minggu (28/10/2012).

"Opini saya --dan itu yang jadi prioritas saya--, ketika perilaku saya dinilai tak baik, saya akan meminta penjelasan dari wasit seusai pertandingan, atau pada hari lainnya, ketimbang membukanya di depan publik dengan sedikit bukti," tandas Wenger, Jumat (2/11/2012).

"Saya bukan orang yang gampang membuat berita di depan publik. Satu prinsip mengesankan dalam dunia olahraga adalah toleransi, saling memaafkan, dan menjelaskan secara internal. Saya akan tetap bertindak seperti itu," lanjut "Sang Profesor".

Chelsea telah mengirimkan keluhan resmi kepada Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Rabu (31/10/2012) petang waktu setempat, dengan memberikan bukti detail yang mendukung tuduhan mereka terhadap wasit berusia 37 tahun itu. Hal itu yang dinilai salah oleh Wenger.

"Hal itu dapat terjadi ketika seorang wasit tak memiliki perilaku yang baik. Saya tak bilang mereka itu malaikat, tapi selalu lebih baik memperjelas masalahnya di balik ruangan tertutup," ungkap Wenger.

"Saya pendukung berat (menyelesaikan masalah) secara internal," tegas pria berusia 63 tahun itu lagi.
Sumber :
GOAL
Editor : Daniel Sasongko
Wasit akan Memboikot Chelsea

Wasit akan Memboikot Chelsea

NufaNews - Korp wasit merasa kecewa oleh tindakan Chelsea yang melaporkan Mark Clattenburg atas tuduhan mengeluarkan kata-kata tak pantas di pertandingan. Mereka juga kecewa kepada FA dan Federasi Pemain Profesional (PFA) yang terkesan mendukung Chelsea. Sebab itu, mereka merencanakan akan memboikot pertandingan Chelsea, jika kasus Clattenburg diperpanjang dan mencederai perasaan korp wasit.

Hal itu diungkapkan mantan wasit Premier League, Clive Wilkes. Ia mengatakan, banyak wasit yang kecewa oleh cara-cara Chelsea menanggapi kepemimpinan Clattenburg. Wilkes juga mengaku masih berhubungan dengan para wasit aktif.

"Saya tetap menjalin hubungan dengan banyak wasit. Saya lihat ada perasaan yang kuat tentang apa yang terjadi terhadap Mark (Clattenburg). Saya tahu beberapa wasit malah sudah membicarakan rencana boikot terhadap pertandingan Chelsea karena kasus ini," ungkap Wilkes seperti dilansir The Sun.

"Ingat, ini bukan pertama kalinya Chelsea menyerang wasit. Wasit Anders Frisk dan Graham Poll pernah merasakan hal sama. Beberapa wasit sekarang mulai mengatakan sudah kehabisan kesabarannya," tambahnya.

Wasit asal Swedia, Anders Frisk, memutuskan pensiun setelah mendapat ancaman pembunuhan karena memberi kartu merah kepada pemain Chelsea waktu itu, Didier Drogba, pada Liga Champions tahun 2005. Sedangkan wasit Graham Poll pernah dikecam dan ditekan Chelsea, karena keputusannya kepada John Terry.

Wilkes yang kini berumur 57 tahun juga mengatakan, "Ini bukan melebih-lebihkan dengan mengatakan bahwa wasit di negara ini tak merasa minder. Mereka sangat kecewa. Mereka merasa rentan diserang, merasa bahwa mereka dipinggirkan, tak mendapat dukungan."

"Mereka ingin mengungkapkan segala keresahannya tapi terlalu takut. Mereka takut dipecat jika mengungkapkan keluhannya. Bahkan, saya juga dengar ada bisik-bisik wasit akan melakukan pemogokan," jelasnya.

Meski begitu, itu adalah keputusan akhir. Menurut Wilkes, "Mereka lebih suka duduk di meja untuk membahas masalah dengan FA, PFA, klub, dan para pemain." (SUN)
Fergie Pernah Merasa  "Ilfil" terhadap RVP

Fergie Pernah Merasa "Ilfil" terhadap RVP

NufaNews - Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, mengaku pernah "ilfil (ilang feeling) terhadap Robin van Persie (RvP). Namun, kini ia bersyukur akhirnya memiliki striker asal Belanda tersebut.

Saat RvP masih memperkuat Feyenoord, Fergie pernah mengirim pemandu bakat untuk melihat pertandingannya. Ia ingin mendapat informasi tentang kemampuan dan bakatnya untuk kemudian membelinya. Tapi, dalam pertandingan itu Van Persie terkena kartu merah. Fergie pun langsung kehilangan selera untuk membelinya.

Van Persie pun akhirnya bergabung dengan Arsenal. Ternyata, ia tampil bagus dan menjadi tulang punggung "The Gunners". Fergie pun menyesal dan akhirnya harus keluar 24 juta pounds (sekitar Rp 369,7 miliar) untuk mendapatkannya awal musim ini.

"Saya tak pernah berpikir akan membelinya, sampai akhirnya ia membuat kami terpikat saat ia tak lagi mau memperpanjang kontraknya dengan Arsenal," jelas Ferguson.

"Kami harus memulainya dengan bekerja keras bersama Arsene Wenger dan saya sendiri. Saya meneleponnya dan kami akhirnya mencapai kesepakatan. Jika Robin memiliki kontrak setahun lebih lama, kami tak pernah memilikinya," lanjutnya.

"Pembicaraan dengan Arsene berlangsung dalam keramahan. Dia mengajukan syarat, karena pertama-tama ia ingin dia (RvP) tetap bertahan tanpa kontradiksi. Tak ada keraguan akan hal itu dan kami berusaha keras untuk mendapatkannya. Tahap berikutnya, begitu ia bersedia melepaskannya, kami harus memastikan untuk membayarnya. Arsene selalu melakukan pekerjaan fenomenal untuk mendapatkan dolar dari pemainnya," ungkap Fergie.

Sejak datang ke Old Trafford, Van Persie langsung memberi pengaruh besar. Dia sudah mencetak 9 gol dan 3 assist dalam 12 pertandingan. Namun, Fergie tak terlalu kaget oleh prestasinya.

"Robin sudah mapan dalam permainannya. Dia sekarang pemain yang sudah dewasa dan memulai musim kompetisi dengan fantastis," katanya.

"Saya bisa mengatakan bahwa dia lebih baik daripada yang saya pikirkan. Itulah sebabnya kami membelinya. Golnya amat produktif musim lalu dan sangat mengagumkan. Semoga itu akan berlanjut di sini. Sebab, jika dua striker Anda tak bisa mencetak 25 gol dalam semusim, Anda kesulitan menjuarai sebuah trofi," tegasnya.

Ferguson mengakhiri, "Kedewasaan Robin sangat membantu. Dia memiliki pengalaman delapan tahun bermain di Inggris. Fakta bahwa ia lama bermain di Inggris memudahkannya untuk tetap tampil bagus di klub lain di Inggris. Kami sangat puas dengan kehadirannya. Ia melakukan awal yang fantastis dan saya berharap ia akan tetap seperti ini."

Malam ini, MU akan mengandalkannya melawan mantan klubnya, Arsenal. Pertandingan di Old Trafford tersebut akan menjadi ujian besar buat RvP. Selain ia dituntut maksimal dan profesional, juga tahan menghadapi tekanan pendukung Arsenal yang sudah pasti kecewa kepadanya. (GL)