NufaNews - Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson,
mengaku pernah "ilfil (ilang feeling) terhadap Robin van Persie (RvP).
Namun, kini ia bersyukur akhirnya memiliki striker asal Belanda
tersebut.
Saat RvP masih memperkuat Feyenoord, Fergie pernah
mengirim pemandu bakat untuk melihat pertandingannya. Ia ingin mendapat
informasi tentang kemampuan dan bakatnya untuk kemudian membelinya.
Tapi, dalam pertandingan itu Van Persie terkena kartu merah. Fergie pun
langsung kehilangan selera untuk membelinya.
Van Persie pun
akhirnya bergabung dengan Arsenal. Ternyata, ia tampil bagus dan menjadi
tulang punggung "The Gunners". Fergie pun menyesal dan akhirnya harus
keluar 24 juta pounds (sekitar Rp 369,7 miliar) untuk mendapatkannya
awal musim ini.
"Saya tak pernah berpikir akan membelinya, sampai
akhirnya ia membuat kami terpikat saat ia tak lagi mau memperpanjang
kontraknya dengan Arsenal," jelas Ferguson.
"Kami harus
memulainya dengan bekerja keras bersama Arsene Wenger dan saya sendiri.
Saya meneleponnya dan kami akhirnya mencapai kesepakatan. Jika Robin
memiliki kontrak setahun lebih lama, kami tak pernah memilikinya,"
lanjutnya.
"Pembicaraan dengan Arsene berlangsung dalam
keramahan. Dia mengajukan syarat, karena pertama-tama ia ingin dia (RvP)
tetap bertahan tanpa kontradiksi. Tak ada keraguan akan hal itu dan
kami berusaha keras untuk mendapatkannya. Tahap berikutnya, begitu ia
bersedia melepaskannya, kami harus memastikan untuk membayarnya. Arsene
selalu melakukan pekerjaan fenomenal untuk mendapatkan dolar dari
pemainnya," ungkap Fergie.
Sejak datang ke Old Trafford, Van
Persie langsung memberi pengaruh besar. Dia sudah mencetak 9 gol dan 3
assist dalam 12 pertandingan. Namun, Fergie tak terlalu kaget oleh
prestasinya.
"Robin sudah mapan dalam permainannya. Dia sekarang
pemain yang sudah dewasa dan memulai musim kompetisi dengan fantastis,"
katanya.
"Saya bisa mengatakan bahwa dia lebih baik daripada yang
saya pikirkan. Itulah sebabnya kami membelinya. Golnya amat produktif
musim lalu dan sangat mengagumkan. Semoga itu akan berlanjut di sini.
Sebab, jika dua striker Anda tak bisa mencetak 25 gol dalam semusim,
Anda kesulitan menjuarai sebuah trofi," tegasnya.
Ferguson
mengakhiri, "Kedewasaan Robin sangat membantu. Dia memiliki pengalaman
delapan tahun bermain di Inggris. Fakta bahwa ia lama bermain di Inggris
memudahkannya untuk tetap tampil bagus di klub lain di Inggris. Kami
sangat puas dengan kehadirannya. Ia melakukan awal yang fantastis dan
saya berharap ia akan tetap seperti ini."
Malam ini, MU akan
mengandalkannya melawan mantan klubnya, Arsenal. Pertandingan di Old
Trafford tersebut akan menjadi ujian besar buat RvP. Selain ia dituntut
maksimal dan profesional, juga tahan menghadapi tekanan pendukung
Arsenal yang sudah pasti kecewa kepadanya.
(GL)